2 hari sebelum ospek, gue datang ke Faperta UNSOED dengan naik becak. Dan ada romantisme tersendiri antara gue dan tukang becak, mungkin bapak becak gak ngerasain pak, tapi saya bener-bener ngerasa pak. Lalu setelah melewati romantisme-romantisme yang terjadi antara gue dan bapak tukang becak guepun sampe ke Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.
Gue masuk kedalem dengan muka bingung dan sambil planga-plongo dan duduk di depan bangunan yang bertuliskan "AUDITORIUM", bangunan ini udah agak tua dan bercat warna putih, bangunan dengan banyak pilar ini agak lusuh dan gak keurus, yang setelah gue pikir-pikir lagi kalau aja di kasih kubah diatasnya pasti bangunan tua ini bisa disebut Masjid, bahkan Masjid aja lebih rapih dan ke urus di banding bangunan auditorium Unsoed ini, benar-benar suram..
Di situ guepun hanya bisa celingak-celinguk, karena seperti biasa gue datang kepagian. Jadilah gue ngeliatin orang-orang yang lewat, ngeliatin burung-burung yang berterbangan, Nontonin kucing lagi kawin, yang ngebuat gue agak horny. Terus acarapun dimulai dan gue dipaksa baris per-jurusan dan gue si ikut aja buat baris di masing-masing jurusan dengan planga-plongo dan bingung, karena gue bahkan gak inget gue masuk Unsoed itu jurusan apa. Tapi ada pencerahan saat gue ketemu salah seorang temen gue. Itulah awal gue kenal sama temen-temen gue dan mulai memahami sifat mereka seperti apa. Terus gue sempet bete dan gak bisa mikir apa-apa saat pembagian kelompoknya dipanggil namanya satu-satu ,gile aja masa dari ribuan anak dan mau di panggilin satu-satu coba? kan bosen ya. Akhirnya karena kesialan (atau keberuntungan) gue masuk kelompok 31. Disini guepun mulai memahami lagi sifat masing-masing orang.
1 hari sebelum ospek, gue dateng kembali dengan becak. Dan lagi-lagi dengan kampretnya gue datengnya kepagian jadilah gue kembali planga-plongo dan celingak-celinguk lagi menunggu yang lain datang semacam kambing aja gue kala itu. Terus gak lama kemudian yang lainpun dateng dan gue pun mulai membuat ini itu, di saat semua anggota kelompok udah dateng, gue pun baru sadar ada wanita yang cukup cantik untuk ngebuat aku memperhatikannya terus. Yang mampu ngebuat gue setiap detiknya diwajibkan untuk melihatnya samapai ke detailnya, sampai gue melihat sebatang rumput kecil terselip diantara rambutnya dan ada sedikit noda tanah di baju biru langitnya. Guepun mulai semangat buat ngejokes hanya agar dia tersenyum dan sedikit saja melihat gue. Aku suka caranya tertawa dan tersenyum.
Saat ospek gue bingung ini cewek yang kemarin gue perhatiin kemana coba? apa mungkin kemarin dia salah masuk kelompok? kasian banget sih nih cewek cantik-cantik tapi agak bego,masa bisa salah kelompok. Tapi gue salah, ternyata dia masuk tatib, tatib adalah gerombolan orang dengan pakaian serba hitam dan suka teriak-teriak semacam preman.Ampe kadang gue mikir, ini Unsoed nyewa preman macem gini dimana pula. Dan saat itu gue sadar, gue salah dia gak bego. Salah satu ke-bego-annya hanya karena terlalu jujur sehingga dia masuk tatib. Aku suka keberaniannya buat jujur walau akhirnya menyusahkannya.
Ospek selama 3 hari benar-benar terasa sangat cepat. Setiap detiknya terasa beribu kali lebih cepat setiap gue dekat dengannya. Sampai gue berdoa semoga setiap ada dia didekat gue, gue berada sedetik saja dalam keabadian. Tapi itu gak mungkin ya?jadilah gue tetep ngejokes-ngejokes dan bener-bener seperti alien berkostum badut gue. Gue mempermalukan diri gue sendiri hanya demi ngeliat dirinya dan senyum malu-malunya.
Hari terakhir ospek, pada acara yang mungkin disebut siraman rohani tetapi tidak cukup untuk menyiram rohani gue, yang saat itu sangat serius memandanginya secara diam-diam. Tiba-tiba gue ngeliat dia terduduk lemah, dengan kepala tertunduk diantara kedua lututnya. Damn, ini adalah saat yang sangat tepat buat pedekate sama dia, saat dia sedang sakit (terimakasih Tuhan membuatnya kelelahan), mungkin kedengerannya agak parah. Tapi masa bodo lah yang penting karena dia sakit gue jadi bisa ngomong sama dia.
Guepun mulai memberikan perhatian, karena first sight adalah yang terpenting kan? Inilah untuk pertama kalinya gue merasa hanya berdua dengannya walaupun saat itu sedang sangat ramai. Selesai acara yang-mereka-sebut-siraman-rohani. Guepun berjalan kaki untuk kembali ke kosan gue yang dengan beruntungnya ada dirinya disana. Sedikit pembicaraan pun terjadi. Akhirnya gue sampai ke kosan gue yang jaraknya bisa aja ngebuat betis gue segede monas, gue segera sms teman gue untuk meminta nomor hape satu kelompok, dan begitulah cara gue mendapatkan nomor handphonenya dengan cara seorang pengecut.
Lalu sampai gue pun berhasil menjalin hubungan dengannya hubungan yang selalu gue sebut sebagai kekasih-bukan-mau-disebut-sahabat-sudah-lebih. Sampai gue bertanya padanya hubungan kita ini apa, apa pacarankah?temenan kah? sahabatankah? atau pacar yang bukan pacar, ingin disebut pacar tapi tidak pacaran, namun dia tidak menjawab dengan cara yang sangat sangat halus.
Dan akhirnya date pertama gue dengan Jasmine pun terjadi. Dan yang anehnya lagi gue sama dia jalan hanya dengan menggunakan boxer, gue juga heran kenapa di date pertama ini gue hanya menggunakan boxer dan tidak berdandan serapih mungkin.Tapi ini memang aneh seminggu kemarin gue hanya temen satu kelompok dengan dia dan sibuk mengisi hari-hari gue dengan memperhatikan gesturenya. Hari ini gue duduk berdua hanya dengannya di mobil. Mungkin dunia terkadang bisa berlaku adil dimana sang pengagum bisa mendapatkan pujaan hatinya.
Kamis, 22 Desember 2011
Senin, 19 Desember 2011
Sepenggal Senja di Lab itu
singing "Terang saja aku menantinya terang saja aku mendambanya terang saja aku merindunya,karena dia,karena dia BEGITU INDAH"
Kuliah di jurusan yang ber-basic IPA, mewajibkan gue mesti harus ikut praktek yang jumlahnya membabi buta. Dari mulai kimia, fisika dan biologi. Tapi tetep, sebagi cowok sejati gue selalu berharap dari semua praktek biologi, salah satunya adalah praktek reproduksi #eeeeeeh Tapi sayang banget gak ada praktek macem begitu di kampus gue,sedih banget gue..Sepertinya harapan gue sirna saat itu, rasanya itu kaya kita udah berharap buat bisa bereproduksi lebih cepat tapi gagal, miris banget. Dan yang ada hanya gue di suruh mecahin telor, nyampur-nyampurin bahan, bahkan di suruh buat ngiris-ngiris sayuran semacam tukang sayur gue.
Di kampus gue yang merupakan fakultas pertanian punya beberapa laboratorium. Tapi antara gedung kampus gue dengan ruangan-ruangan laboratorium itu, udah berbeda gedung dan agak jauh,harus menanjak gunung lewati lembah sungai mengarung indah ke samudera.Yaaa minimal buat sampe ke gedung laboratorium gue musti naik elang atau naik naga dulu lah.Suatu hari gue pengen ke lab buat praktek biologi. Namun sepertinya cuaca berkata lain.Hujanpun turun dengan begitu derasnya, membasahi Purwokerto dengan sangat membabi buta. Membuat galau para pria jomblo, terlebih pada pria labil yang bimbang kelaminnya cewek atau cowok, pasti mereka galau entar malem bisa kerja di lampu merah atau enggak. Kasiiiaaaan...
Karena hujan turun dengan begitu lebatnya temen-temen gue panik, takut terlambat masuk lab buat praktek.Sebagai cowok yang baik dan perhatian guepun akhirnya memutuskan buat nyeker dan berlari ke mobil gue.Lalu gue ngejemputin dan nganterin temen-temen gue ke gedung lab. Gilee macem supir aja gue, tapi tetep gue adalah supir yang paling ganteng dari supir-supir lain.muehehe.
Sampai di lab. Guepun telat,gue juga bingung kenapa gue yang nyupirin jadi guenya yang telat. Dan kuis pun di mulai. Awalnya si gue biasa aja pas kuis, ampe tiba-tiba mata gue terbelalak melihat asisten praktikun gue yang ngebuat gue "glek" ,dan temen-temen gue juga pada "glek" dan tiba-tiba satu ruangan di penuhi oleh paduan suara "glek" "glek" "glek" , nama asisten praktikum itu adalah Elvi Indira, mbak Elvi ini ngebuat soal kuis praktikum menjadi 10 kali lebih susah, karena di satu sisi soalnya membutuhkan jawaban yang tepat di sisi lain mata gue dan temen-temen gue gak bisa terlepas dari wajahnya yang ngebuat gak fokus.
Dan untungnya gue masih bisa buat ngerjain soal kuis gue (sedikit). Saat mentoring prosedur kerja malah lebih apes, yang ngementorin adalah mbak Elvi yang bikin gue tambah gak fokus,gue gak tahu mana yang mesti di iris,mana yang mesti di potong,mana yang mesti di makan *ngemil tabung reaksi*. Setelah gue tanya sana-sini dan di bego-begoin kesana kemari gue pun mulai praktek, di saat praktek ini malah lebih kampret lagi, gue di suruh buat ngiris wortel setipis mungkin, tapi gimana caranya gue bisa ngiris kalo yang gue liat bukan wortel tapi mbak Elvi terus? Entar salah-salah yang ke iris bukan wortel tapi jari gue lagi yang ke iris,sial banget. Setelah gue bermandi peluh,dan jari-jari udah abis karena keiris pisau,acc-an gue pun akhirnya selesai *benerin kerah baju* *lempar poni* *tumpengan*
Setelah Temen gue dengan tengilnya ngumpulin data acc-annya cepet-cepet banget,dan ternyata banyak yang salah.Lalu gue pun mulai angkat bicara dengan muka tengil "Makanya kalo ngerjain tuh yang fokus,jangan ngeliatin mbak-mbak nya terus", Lalu temen gue dengan muka merah padam macam pantat monyet bilang "endasmu". Lalu pecah tawa keras dari gue..
Lalu giliran gue yang ngumpulin tugas.Gue sengajain punya gue gak gue tulis nama latinnya biar di salah-salahin biar bisa sedikit ngomong sama dia.Lalu mbak elvi dengan mesem-mesem bilang "ini mana nama latinnya?", Lalu gue dengan tampang polos dan pura-pura gak tahu ngeliat kertas tugas gue kemudian bilang "oh iya ya mbak". Terus temen gue dengan muka kampretnya bilang "makanya ki fokus", Lalu gue dengan muka ganteng dan cool, sembari ngambil kertas dari tangan mbak Elvi bilang "gue fokus kok, fokus merhatiin mbak Elvi". Lalu paduan suara "ciieeee" pun menggema di seantero ruangan. Dan beberapa temen gue mengambil air raksa terdekat dan menyiramkannya ke badan gue, pedih banget...
Aku rusak mama, Aku rusak.
Lalu sampai akhir praktikum gue pun terus-terusan menggombali mbak asisten praktikum gue, tapi dia cuma mesem-mesem kampret doang enggak nyoba tahu nama gue,kasiaan banget gue. Tampaknya mbak-mbak pembuat "glek" di kelas gue ini enggak mau tahu siapa pria tampan yang terus-terusan menggombalinya dengan brutal muehehe. Atau mungkin juga dia malu,padahal sebenernya dia mau minta kenalan sama gue si tampan kece ini.
Gue selalu percaya kata orang "cinta bisa dateng kapan aja dan pada siapa aja" .Cinta emang sering berlaku seperti itu kepada gue. Atau mungkin juga kali ini, tingkat terlalu-mudah-jatuh-cinta gue udah membabi buta, masa gue bisa suka sama mbak-mbak yang lebih tua?gila aja,macam brondong gue. Tapi bukan brondong jagung (popcorn), karena gue enggak segaring itu. Atau mungkin juga gue salah,mungkin gue terlalu garing ya bagi para cewek? sehingga mereka mudah bosan saat sama gue dan lebih memilih buat selalu mengabaikan dan melewatkan gue..
Kuliah di jurusan yang ber-basic IPA, mewajibkan gue mesti harus ikut praktek yang jumlahnya membabi buta. Dari mulai kimia, fisika dan biologi. Tapi tetep, sebagi cowok sejati gue selalu berharap dari semua praktek biologi, salah satunya adalah praktek reproduksi #eeeeeeh Tapi sayang banget gak ada praktek macem begitu di kampus gue,sedih banget gue..Sepertinya harapan gue sirna saat itu, rasanya itu kaya kita udah berharap buat bisa bereproduksi lebih cepat tapi gagal, miris banget. Dan yang ada hanya gue di suruh mecahin telor, nyampur-nyampurin bahan, bahkan di suruh buat ngiris-ngiris sayuran semacam tukang sayur gue.
Di kampus gue yang merupakan fakultas pertanian punya beberapa laboratorium. Tapi antara gedung kampus gue dengan ruangan-ruangan laboratorium itu, udah berbeda gedung dan agak jauh,harus menanjak gunung lewati lembah sungai mengarung indah ke samudera.Yaaa minimal buat sampe ke gedung laboratorium gue musti naik elang atau naik naga dulu lah.Suatu hari gue pengen ke lab buat praktek biologi. Namun sepertinya cuaca berkata lain.Hujanpun turun dengan begitu derasnya, membasahi Purwokerto dengan sangat membabi buta. Membuat galau para pria jomblo, terlebih pada pria labil yang bimbang kelaminnya cewek atau cowok, pasti mereka galau entar malem bisa kerja di lampu merah atau enggak. Kasiiiaaaan...
Karena hujan turun dengan begitu lebatnya temen-temen gue panik, takut terlambat masuk lab buat praktek.Sebagai cowok yang baik dan perhatian guepun akhirnya memutuskan buat nyeker dan berlari ke mobil gue.Lalu gue ngejemputin dan nganterin temen-temen gue ke gedung lab. Gilee macem supir aja gue, tapi tetep gue adalah supir yang paling ganteng dari supir-supir lain.muehehe.
Sampai di lab. Guepun telat,gue juga bingung kenapa gue yang nyupirin jadi guenya yang telat. Dan kuis pun di mulai. Awalnya si gue biasa aja pas kuis, ampe tiba-tiba mata gue terbelalak melihat asisten praktikun gue yang ngebuat gue "glek" ,dan temen-temen gue juga pada "glek" dan tiba-tiba satu ruangan di penuhi oleh paduan suara "glek" "glek" "glek" , nama asisten praktikum itu adalah Elvi Indira, mbak Elvi ini ngebuat soal kuis praktikum menjadi 10 kali lebih susah, karena di satu sisi soalnya membutuhkan jawaban yang tepat di sisi lain mata gue dan temen-temen gue gak bisa terlepas dari wajahnya yang ngebuat gak fokus.
Dan untungnya gue masih bisa buat ngerjain soal kuis gue (sedikit). Saat mentoring prosedur kerja malah lebih apes, yang ngementorin adalah mbak Elvi yang bikin gue tambah gak fokus,gue gak tahu mana yang mesti di iris,mana yang mesti di potong,mana yang mesti di makan *ngemil tabung reaksi*. Setelah gue tanya sana-sini dan di bego-begoin kesana kemari gue pun mulai praktek, di saat praktek ini malah lebih kampret lagi, gue di suruh buat ngiris wortel setipis mungkin, tapi gimana caranya gue bisa ngiris kalo yang gue liat bukan wortel tapi mbak Elvi terus? Entar salah-salah yang ke iris bukan wortel tapi jari gue lagi yang ke iris,sial banget. Setelah gue bermandi peluh,dan jari-jari udah abis karena keiris pisau,acc-an gue pun akhirnya selesai *benerin kerah baju* *lempar poni* *tumpengan*
Setelah Temen gue dengan tengilnya ngumpulin data acc-annya cepet-cepet banget,dan ternyata banyak yang salah.Lalu gue pun mulai angkat bicara dengan muka tengil "Makanya kalo ngerjain tuh yang fokus,jangan ngeliatin mbak-mbak nya terus", Lalu temen gue dengan muka merah padam macam pantat monyet bilang "endasmu". Lalu pecah tawa keras dari gue..
Lalu giliran gue yang ngumpulin tugas.Gue sengajain punya gue gak gue tulis nama latinnya biar di salah-salahin biar bisa sedikit ngomong sama dia.Lalu mbak elvi dengan mesem-mesem bilang "ini mana nama latinnya?", Lalu gue dengan tampang polos dan pura-pura gak tahu ngeliat kertas tugas gue kemudian bilang "oh iya ya mbak". Terus temen gue dengan muka kampretnya bilang "makanya ki fokus", Lalu gue dengan muka ganteng dan cool, sembari ngambil kertas dari tangan mbak Elvi bilang "gue fokus kok, fokus merhatiin mbak Elvi". Lalu paduan suara "ciieeee" pun menggema di seantero ruangan. Dan beberapa temen gue mengambil air raksa terdekat dan menyiramkannya ke badan gue, pedih banget...
Aku rusak mama, Aku rusak.
Lalu sampai akhir praktikum gue pun terus-terusan menggombali mbak asisten praktikum gue, tapi dia cuma mesem-mesem kampret doang enggak nyoba tahu nama gue,kasiaan banget gue. Tampaknya mbak-mbak pembuat "glek" di kelas gue ini enggak mau tahu siapa pria tampan yang terus-terusan menggombalinya dengan brutal muehehe. Atau mungkin juga dia malu,padahal sebenernya dia mau minta kenalan sama gue si tampan kece ini.
Gue selalu percaya kata orang "cinta bisa dateng kapan aja dan pada siapa aja" .Cinta emang sering berlaku seperti itu kepada gue. Atau mungkin juga kali ini, tingkat terlalu-mudah-jatuh-cinta gue udah membabi buta, masa gue bisa suka sama mbak-mbak yang lebih tua?gila aja,macam brondong gue. Tapi bukan brondong jagung (popcorn), karena gue enggak segaring itu. Atau mungkin juga gue salah,mungkin gue terlalu garing ya bagi para cewek? sehingga mereka mudah bosan saat sama gue dan lebih memilih buat selalu mengabaikan dan melewatkan gue..
Minggu, 18 Desember 2011
Mencoba gombal :D
Aku yakin pasti bapak kamu.
Pemain bulu tangkis ganda campuran.
Karena setiap inget kamu..
Perasaan aku campur-campur
Atau mungkin juga bapak kamu
itu astronot ya?
Karena mata kamu bersinar
melebihi bintang-bintang di langit.
Sepertinya ibu kamu
Itu syahrini ya?
Karena apa yang aku punya sama kamu sekarang
Alhamdulillah yah,Sesuatu banget..
Aku suka saat mengecup pipi kamu.
Merasakan kecapan lembut dan manis yang sejenak mampir ke bibir aku.
Yang membuat aku ingin mengulanginya lagi, lagi dan lagi.
Tapi enggak aku lakukan.
Aku suka saat melihat namamu ada di timeline aku.
Lalu aku akan tengkurap dengan bantal di bawah dagu.
membaca dan melihat apa yang kamu tuliskan.
Lalu saat aku pengen ngetwit kamu,
akan aku baca ulang,kemudian aku hapus lagi dan tidak jadi mengirimkannya.
Pemain bulu tangkis ganda campuran.
Karena setiap inget kamu..
Perasaan aku campur-campur
Atau mungkin juga bapak kamu
itu astronot ya?
Karena mata kamu bersinar
melebihi bintang-bintang di langit.
Sepertinya ibu kamu
Itu syahrini ya?
Karena apa yang aku punya sama kamu sekarang
Alhamdulillah yah,Sesuatu banget..
Aku suka saat mengecup pipi kamu.
Merasakan kecapan lembut dan manis yang sejenak mampir ke bibir aku.
Yang membuat aku ingin mengulanginya lagi, lagi dan lagi.
Tapi enggak aku lakukan.
Aku suka saat melihat namamu ada di timeline aku.
Lalu aku akan tengkurap dengan bantal di bawah dagu.
membaca dan melihat apa yang kamu tuliskan.
Lalu saat aku pengen ngetwit kamu,
akan aku baca ulang,kemudian aku hapus lagi dan tidak jadi mengirimkannya.
Ini gue gombalan macam apa si?kenapa gak romantis sama sekali gini :D
Kamis, 15 Desember 2011
kata-kata yang tak tersampaikan
pelajaran membaca "INI BUDI" saat SD
Mungkin aku tidak terlalu pusing lagi
untuk bisa lebih mengerti kamu
Andai mengatakan
"AKU SAYANG KAMU"
Semudah memikirkannya
Mungkin aku udah mengatakannya ribuan kali ke hadapan kamu
Andai aku menjadi kamu
dan kamu menjadi aku
agar kamu tahu betapa sesaknya
menahan perasaan di dalam hati
Mengapa kamu bisa semanis
Glukosa yang aku kecap dan masuk kedalam mulutku
lalu akan aku ambil lagi dan lagi
tanpa pernah aku merasa puas.
Mungkin aku bisa menyalahkan pada diriku yang tidak pernah puas.
atau pada dirimu yang menawarkan banyak cita rasa
atau pada keduanya.
Purwokerto,
Glukosa yang aku kecap dan masuk kedalam mulutku
lalu akan aku ambil lagi dan lagi
tanpa pernah aku merasa puas.
Mungkin aku bisa menyalahkan pada diriku yang tidak pernah puas.
atau pada dirimu yang menawarkan banyak cita rasa
atau pada keduanya.
Purwokerto,
Rabu, 14 Desember 2011
JANGAN SALAHIN GUEEE!!!
mau nyanyi dulu ah : "Bila aku jatuh cinta aku mendengar nyanyian seribu dewa dewi cinta menggema dunia, Bila aku jatuh cinta aku melihat matahari kan datang padaku dan memeluk ku dengan sayang"
Gue kadang ngerasa gue terlalu gampang buat suka sama orang, cuma dengan gue ngeliat cewek cantik dikit.Lima menit kemudian gue udah menemukan diri gue mati-matian ngejar itu cewek (iya, gue tahu gue emang gak tahu diri udah jelek kerjaanya jatuh cinta mulu,dalem)
Sebut aja cewek kali ini namanya Andin, gue pertama kali liat andin ini pas entah kenapa temen-temen gue ngomongin cewek-cewek cantik yang ada di kelas gue (biasanya kita ngomongin cowok-cowok yang cucok book), tiba-tiba temen gue nyebut "Andin" dan mereka mulai ngomongin tapi gue sebagai cowok ganteng,keren,kece gue bingung karena yang gue tahu cuma cowok-cowok yang ganteng (kenapa tiba-tiba gue jadi homo begini) jadi gue gak begitu tahu tentang para cewek. Jadilah gue minta di tunjukin yang namanya Andin dan saat gue liat *glek*,dia cantiknya semena-mena banget. Dan gue tahu lo pasti tahu apa yang terjadi kemudian, iya gue si alien tampan ini jatuh hati lagi.Mampus banget kan..Saat gue liat pertama kali, seolah matahari langsung menyinari wajahnya, angin berhembus ke arah rambutnya, kenapa jadi macem sinetron begini.
nyanyi lagi: "bila aku jatuh cinta aku melihat sang bulan kan datang padaku dan menemani aku melewati dinginnya mimpi"
Lalu guepun memulai aksi gue dengan mencari tahu tentang dia dengan membabi buta, dari mulai gue sms temennya si Andin sebut aja Nina,yang namanya Nina ini agak kampret gue tanya si Andin udah punya pacar apa belum eeeh sms gue gak di bales,bikin gue galau sambil nangis di bawah hujan *romantis*.Sampe gue pernah diem-diem ngikutin Andin pulang. Karena itu gue tahu banyak hal tentang dia, dari mulai dia punya pacar atau enggak yang ternyata dia gak punya pacar (alhamdulillah), terus dia itu biasanya kalau pulang sekolah kemana dulu. Tempat biasanya dia duduk saat belajar atau nongkrong sama temen-temennya. Dan seperti biasa karena gue sangat sial cewek yang gue sukain pasti berada dalam golongan highclass dan gue dalam golongan gembel *miris*
Dan guepun mulai mencari tahu nama panjangnya dari buku absensi siswa, trus guepun mulai stalking dirinya,kehidupannya, dan info tentang dirinya di facebook. Dari situpun gue tahu dari mulai asal sekolahnya gaya bicaranya dan memberikan gue sedikit gambaran tentang bagaimana dirinya. Dan guepun mulai nyari nomor handphone Andin. Dengan cara minjem handphone ke banyak orang, buka kontak hapenya dan nyari nama Andin (iya, gue tahu gue emang cerdas, ganteng pula, MUEHEHE). Dan setelah gue ngos-ngosan dan jalan terseok-seok, akhirnya gue pun dapet nomor hapenya si Andin dan seminggu kemudian guepun sms dia, dan karena gue sangat bego dalam pedekate sama cewek,gue pun langsung bilang gue suka sama dia dan tentu aja guepun langsung di tolak,bego banget kan gue?memang *nangis*
Walau gue sering smsan sama dia, gue juga heran, kenapa gue tetep aja pengecut dan gak pernah berani buat nyamperin,sekedar buat ngobrol sama dia kalo lagi di kelas. Dan setiap gue mau nyapa dia, gue takut bikin dia malu sama temen-temen highclassnya kalau ketahuan pernah kenal sama gembel macem gue *Aku kotor mama,aku kotor*.Tapi pedekate gue sama dia masih terus berjalan dan itupun tetap secara diem-diem kalo di kelas kita tetap seperti orang yang gak saling mengenal. Waktu itu gue pernah nekat dan sms dia buat ngajak dia jalan dan dia mau,MAU (biar lo tahu ada cewek yang mau jalan sama gue). Dan yang baru gue tahu dari temen-temen gue tentang ngedate sama cewek itu adalah : FIRST SIGN IS THE MOST IMPORTANT. Anjir gue langsung panik,milih baju apa yang musti gue pake,ampe sejaman lebih gue milih baju, dari mulai baju yang menurut gue casual,formal,gembel,lucu (kaya badut) . Dan setelah gue capek memilih bajupun gue akhirnya memilih hanya dengan menggunakan kaos dan celana panjang,macem gembel. Dan tepat jam 7 malem pun gue udah ada di depan rumahnya, dan manggil nama dia dan abangnya keluar dan gue pun janji buat mulangin dia jam 9 malem.Dan begonya gue adalah, kenapa gitu cuma ampe jam 9 malem?MANA ADA NGEDATE CUMA DUA JAM?sumpah gue tiba-tiba ngerasa tolol banget. Abis itu gue sama diapun ngejemput temennya Andin yang namanya Nina,dan jadilah gue ngedate bertiga,tambah ngerasa tolol gue udah ngedate cuma dua jam,bertiga pula *nangis*.
Gue makan sama dia romantis banget,tapi tetep aja ada si Nina *ngemil beling*, terus pas di jalan gue kan iseng belokin mobil gue tanpa ngerem eeh karena si Andin agak gendut dia pun miring-miring dan hampir jatoh ke gue,ah Tuhan kenapa KAU tak biarkan dia jatuh ke hambamu ini. Padahal sedikit lagi, SEDIKIT LAGI dan dia nempel sama gue,ah sial. Dan akhirnyapun gue nganterin dia pulang tepat jam 9 malem (bayangin muka gue semelas mungkin dan lagi pengen nangis)
Tapi keesokan harinya saat ketemu?gue sama diapun seperti biasa. Dia masih sama genk highclassnya dan gue masih seperti gembel yang kotor,hina banget. Dan hari-hari guepun terasa sangat aneh,setiap saat bawaanya mau ngeliatin dia melulu. Dan gue tetep smsan sama dia, suatu waktu dia pernah sendirian dan guepun ngajak dia ngobrol. Tapi gue kaya gak di tanggepin gitu merasa di cuekin gue.(iya, KAMPRET BANGET) Dan setelah gue pedekate cukup lama guepun akhirnya menyatakan perasaan gue ke dia LAGI. Tapi hasilnya masih sama gue kembali di tolak *nangis*.Ya, saat itu gue tahu dia mungkin gak mau sama gue.Mungkin dia cuma bahagia dengan gue (hanya) jadi sekedar sahabat. Dan akhirnya guepun memutuskan buat pedekate dengan cewek lain dan gue jadian dengan cewek lain. Gue pun berhak buat bahagia kan?ya walau bukan dengan cewek yang gue mau.
Mungkin lo bilang gue ini playboy, tapi gue sama sekali bukan playboy, dia yang menyiakan gue, kan?lagi pula gak salah gue seutuhnya, mungkin para cewek bisa nyalahin pada sifat gue yang terlalu mudah jatuh cinta atau gue bisa aja nyalahin pada mereka yang terlalu cantik dan menawarkan begitu banyak cita rasa untuk gue coba cicipi atau mungkin juga pada keduanya. Mungkin bener banyak orang bilang pedekate itu banyak tarik ulurnya seperti layangan, yang gue takutin adalah seperti layangan juga pedekate itu bisa aja putus. Namun entah kenapa ketakutan gue beneran terjadi, dan ternyata "layangan" gue baru aja putus.
Gue kadang ngerasa gue terlalu gampang buat suka sama orang, cuma dengan gue ngeliat cewek cantik dikit.Lima menit kemudian gue udah menemukan diri gue mati-matian ngejar itu cewek (iya, gue tahu gue emang gak tahu diri udah jelek kerjaanya jatuh cinta mulu,dalem)
Sebut aja cewek kali ini namanya Andin, gue pertama kali liat andin ini pas entah kenapa temen-temen gue ngomongin cewek-cewek cantik yang ada di kelas gue (biasanya kita ngomongin cowok-cowok yang cucok book), tiba-tiba temen gue nyebut "Andin" dan mereka mulai ngomongin tapi gue sebagai cowok ganteng,keren,kece gue bingung karena yang gue tahu cuma cowok-cowok yang ganteng (kenapa tiba-tiba gue jadi homo begini) jadi gue gak begitu tahu tentang para cewek. Jadilah gue minta di tunjukin yang namanya Andin dan saat gue liat *glek*,dia cantiknya semena-mena banget. Dan gue tahu lo pasti tahu apa yang terjadi kemudian, iya gue si alien tampan ini jatuh hati lagi.Mampus banget kan..Saat gue liat pertama kali, seolah matahari langsung menyinari wajahnya, angin berhembus ke arah rambutnya, kenapa jadi macem sinetron begini.
nyanyi lagi: "bila aku jatuh cinta aku melihat sang bulan kan datang padaku dan menemani aku melewati dinginnya mimpi"
Lalu guepun memulai aksi gue dengan mencari tahu tentang dia dengan membabi buta, dari mulai gue sms temennya si Andin sebut aja Nina,yang namanya Nina ini agak kampret gue tanya si Andin udah punya pacar apa belum eeeh sms gue gak di bales,bikin gue galau sambil nangis di bawah hujan *romantis*.Sampe gue pernah diem-diem ngikutin Andin pulang. Karena itu gue tahu banyak hal tentang dia, dari mulai dia punya pacar atau enggak yang ternyata dia gak punya pacar (alhamdulillah), terus dia itu biasanya kalau pulang sekolah kemana dulu. Tempat biasanya dia duduk saat belajar atau nongkrong sama temen-temennya. Dan seperti biasa karena gue sangat sial cewek yang gue sukain pasti berada dalam golongan highclass dan gue dalam golongan gembel *miris*
Dan guepun mulai mencari tahu nama panjangnya dari buku absensi siswa, trus guepun mulai stalking dirinya,kehidupannya, dan info tentang dirinya di facebook. Dari situpun gue tahu dari mulai asal sekolahnya gaya bicaranya dan memberikan gue sedikit gambaran tentang bagaimana dirinya. Dan guepun mulai nyari nomor handphone Andin. Dengan cara minjem handphone ke banyak orang, buka kontak hapenya dan nyari nama Andin (iya, gue tahu gue emang cerdas, ganteng pula, MUEHEHE). Dan setelah gue ngos-ngosan dan jalan terseok-seok, akhirnya gue pun dapet nomor hapenya si Andin dan seminggu kemudian guepun sms dia, dan karena gue sangat bego dalam pedekate sama cewek,gue pun langsung bilang gue suka sama dia dan tentu aja guepun langsung di tolak,bego banget kan gue?memang *nangis*
Walau gue sering smsan sama dia, gue juga heran, kenapa gue tetep aja pengecut dan gak pernah berani buat nyamperin,sekedar buat ngobrol sama dia kalo lagi di kelas. Dan setiap gue mau nyapa dia, gue takut bikin dia malu sama temen-temen highclassnya kalau ketahuan pernah kenal sama gembel macem gue *Aku kotor mama,aku kotor*.Tapi pedekate gue sama dia masih terus berjalan dan itupun tetap secara diem-diem kalo di kelas kita tetap seperti orang yang gak saling mengenal. Waktu itu gue pernah nekat dan sms dia buat ngajak dia jalan dan dia mau,MAU (biar lo tahu ada cewek yang mau jalan sama gue). Dan yang baru gue tahu dari temen-temen gue tentang ngedate sama cewek itu adalah : FIRST SIGN IS THE MOST IMPORTANT. Anjir gue langsung panik,milih baju apa yang musti gue pake,ampe sejaman lebih gue milih baju, dari mulai baju yang menurut gue casual,formal,gembel,lucu (kaya badut) . Dan setelah gue capek memilih bajupun gue akhirnya memilih hanya dengan menggunakan kaos dan celana panjang,macem gembel. Dan tepat jam 7 malem pun gue udah ada di depan rumahnya, dan manggil nama dia dan abangnya keluar dan gue pun janji buat mulangin dia jam 9 malem.Dan begonya gue adalah, kenapa gitu cuma ampe jam 9 malem?MANA ADA NGEDATE CUMA DUA JAM?sumpah gue tiba-tiba ngerasa tolol banget. Abis itu gue sama diapun ngejemput temennya Andin yang namanya Nina,dan jadilah gue ngedate bertiga,tambah ngerasa tolol gue udah ngedate cuma dua jam,bertiga pula *nangis*.
Gue makan sama dia romantis banget,tapi tetep aja ada si Nina *ngemil beling*, terus pas di jalan gue kan iseng belokin mobil gue tanpa ngerem eeh karena si Andin agak gendut dia pun miring-miring dan hampir jatoh ke gue,ah Tuhan kenapa KAU tak biarkan dia jatuh ke hambamu ini. Padahal sedikit lagi, SEDIKIT LAGI dan dia nempel sama gue,ah sial. Dan akhirnyapun gue nganterin dia pulang tepat jam 9 malem (bayangin muka gue semelas mungkin dan lagi pengen nangis)
Tapi keesokan harinya saat ketemu?gue sama diapun seperti biasa. Dia masih sama genk highclassnya dan gue masih seperti gembel yang kotor,hina banget. Dan hari-hari guepun terasa sangat aneh,setiap saat bawaanya mau ngeliatin dia melulu. Dan gue tetep smsan sama dia, suatu waktu dia pernah sendirian dan guepun ngajak dia ngobrol. Tapi gue kaya gak di tanggepin gitu merasa di cuekin gue.(iya, KAMPRET BANGET) Dan setelah gue pedekate cukup lama guepun akhirnya menyatakan perasaan gue ke dia LAGI. Tapi hasilnya masih sama gue kembali di tolak *nangis*.Ya, saat itu gue tahu dia mungkin gak mau sama gue.Mungkin dia cuma bahagia dengan gue (hanya) jadi sekedar sahabat. Dan akhirnya guepun memutuskan buat pedekate dengan cewek lain dan gue jadian dengan cewek lain. Gue pun berhak buat bahagia kan?ya walau bukan dengan cewek yang gue mau.
Mungkin lo bilang gue ini playboy, tapi gue sama sekali bukan playboy, dia yang menyiakan gue, kan?lagi pula gak salah gue seutuhnya, mungkin para cewek bisa nyalahin pada sifat gue yang terlalu mudah jatuh cinta atau gue bisa aja nyalahin pada mereka yang terlalu cantik dan menawarkan begitu banyak cita rasa untuk gue coba cicipi atau mungkin juga pada keduanya. Mungkin bener banyak orang bilang pedekate itu banyak tarik ulurnya seperti layangan, yang gue takutin adalah seperti layangan juga pedekate itu bisa aja putus. Namun entah kenapa ketakutan gue beneran terjadi, dan ternyata "layangan" gue baru aja putus.
Senin, 12 Desember 2011
di Traktir is Number One
Muehehe..
Sekarang gue akan ceritain bagaimana hidup jadi anak kosan, yang gue yakin dalam bayangan orang-orang yang belum pernah ngejalaninnya pasti mereka mikir itu enak bisa kelayapan dan menggaul malem-malem atau sekedar ingin pengen berdiri sambil bawa-bawa dada silikonan di pengkolan lampu merah sambil nyanyi "aku tak mau jikalau aku di madu" (iih cucok book). Atau dalam bayangan lo, lo akan bisa melakukan apapun yang menurut lo asik bersama temen-temen lo.
Tapi itu hanya dalam bayangan lo aja, karena kenapa? karena kalo lo ngekos malah akan tambah banyak aturan kosan, contoh lo akan dapet jam malem kalo lo ngekos di tempat yang disiplin, dan itu akan ngebuat lo gagal buat nyanyi-nyanyi di perempatan lampu merah sambil bawa dada silikon lo guna mendapatkan uang jajan tambahan. kasiaaan..
Dan menurut gue hidup di kosan, ada enaknya ada enggaknya ada asiknya ada kagak asiknya, ada manisnya ada asemnya, ada keteknya ada baunya (ini kenapa nyambung-nyambung ke ketek gini? maklum belum mandi seminggu nih,muehehe). Contoh asiknya lo bisa nginep-nginep di kosan temen lo, dalam seminggu mungkin lo bisa aja tidur di tempat-tempat yang berbeda macem gembel yang bukan gembel dan tidak mau di sebut gembel *jangan bingung* *jangan bingung* *bingung sendiri*
Dan untuk bertahan hidup sebagai anak kosan strategi yang paling cocok untuk di terapkan adalah MEMINTA DITRAKTIR DENGAN MEMBABI BUTA, muehehe. Dan salah dua orang yang sering terkena serangan di mintain traktir sama gue adalah kakak gue si @aprilpinky dan pacarnya mas @inoz_yosinov ..Muehehe..gileeeee mereka ini emang level cantik dan tampannya udah semena-mena, terlebih kalau mereka neraktir gue (sengaja bilang gitu biar di traktir lagi,muehehe). oh iya gue punya foto mereka berdua (pas lagi neraktir gue):
Dua Foto diatas bukan hasil rekayasa,dan objek dalam foto di atas keduanya adalah murni manusia bukan sapi dan kerbau.
Muehehehe mereka berdua adalah orang yang sering menyelamatkan gue dari kelaparan yang sering menyerang gue dengan membabi buta. Dan Mereka adalah orang yang suka ngajakin gue makan di tempat-tempat yang memiliki nama aneh tapi entah kenapa rasanya enak, contoh: bakmi nyemek (saat gue denger namanya aja yang ada dalam bayangan gue adalah bakmi dengan ukuran yang gede-gede seperti otot pemain smack down) atau tempat makan yang namanya PAB (gue pikir, ini adalah tempat dugem gitu,muehehe), ada lagi yang lebih aneh masa tempat makan namanya sate jutek coba?gue aja pas denger namanya langsung penasaran,kenapa gak cuma cewek doang yang jutekin gue tapi sate juga? *nangis*
Gue kayanya udah keabisan kata-kata nih,lagi pula lo pasti udah mulai bosen kan baca tulisan dari blogger tampan macem Sule kaya gue?jadi sekian dulu ya..Tapi makanan yang gue sebutin barusan beneran enak kok.Oh iya, semoga kakak gue dan mas inos ini langgeng (amin)
Bernyanyi dengan Lantang
Hidup ada bukan untuk berdiam diri hidup itu untuk di layari.
Sangat menyenangkan setiap aku menonton tentang seorang kapten kapal menahkodai kapalnya, lalu aku akan bermimpi andai bisa menjadi kapten itu dan teman-temanku menjadi anak buah kapalnya, dan aku mulai berharap semoga aku dan teman-temanku bisa melewati badai yang mencoba mengaramkan kapal.Ya, bayangan soal menjadi kapten selalu sangat menarik : bermimpi dan berharap.
Aku benci dengan hujan, dengan kemampuannya untuk membuat gaduh. Tapi aku sangat suka berada di dalam mobilku saat hujan rintik turun, ada romantisme tersendiri yang tercipta disana, ada pikiran-pikiran yang berharap semoga dia cepat reda lalu mentari muncul dari awan kelam, mengubah titik-titik air bekas hujan menjadi pelangi.
Aku kadang sangat suka sendirian lalu menyetel lagu dengan keras di dalam mobilku, lalu aku akan menyanyi dengan suara lantang di dalam mobil tanpa takut orang lain mendengarnya, aku suka saat aku menyanyi lalu suaraku di kalahkan oleh suara yang lebih bising dari sekitarku lalu aku akan menyanyi dengan lebih keras, dan lebih keras lagi walau itu percuma. Ada perasaan bahagia tersendiri yang membuat aku melakukannya lagi dan lagi, aku suka menyanyi walau dengan suara cempreng yang membuat orang yang mendengar risih.
Aku benci setiap orang mulai mengomentari suaraku, ada kejengkelan yang membuat aku mesti berhenti bernyanyi walau dalam hati aku terus bernyanyi.Kemudian aku akan memikirkan kembali lagu yang mungkin menggambarkan perasaanku saat itu. Lalu tidak lama kemudian akupun mulai bernyanyi kembali dengan lantang,walau hanya satu bait dan terus-terusan akan aku ulang. Saat orang lain mulai marah lagi dan meminta aku untuk berhenti bernyanyi? aku gak akan perduli lagi..
Saat keadaan sekitar mulai gaduh dan tidak menyenangkan.
Yang dibutuhkan hanya keberanian untuk bernyanyi dengan lebih lantang.
Hey kamu yang disana?
pegang tanganku, lalu kita menyanyi bersama ya, mau?
Sabtu, 10 Desember 2011
First and Last Time I See You
Heeemmm..Mawar
Gue gak tahu kenapa setiap denger nama itu di sebut atau secara gak sengaja tersebut orang,gue akan kembali mengenang ke-secret admirer-an gue pas jamannya gue masih make baju putih-biru dan saat muka gue belum seganteng sekarang, walaupun sekarang juga gak ganteng bahkan sekarang gue kaya alien dari planet mars,dalem.
Kalo kata orang first love gak akan bisa di lupain kan?nah Mawar ini adalah cewek yang karena ketidak beruntungannya mesti jadi first love gue. Tenang-tenang,Mawar itu cuma nama samaran doang, walaupun gue juga bingung kenapa nama samarannya ini kaya nama korban-korban pemerkosaan.Gue kenal dia pas SMP kelas satu , di mata gue saat itu, gue ngeliat dia seperti bidadari yang baru aja turun dari langit #eaaaa.Dia ngebuat gue setiap menit,jam,hari ngeliatin dia terus cuma biar bisa ngeliat dia senyum doang tanpa perlu dia tahu gue,sendirian,di pojokan ngeliat dan terus ngagumin dia.
Mawar ini adalah unrequited love gue, walau saat itu gue gak ngerti apa itu jatuh cinta, ya mungkin kata orang cinta monyet lah,tapi sungguh gue bukan monyet yang sedang jatuh cinta, ya walau mungkin muka gue mirip monyet *ngemil beling* *garuk2 tembok* .
Kalo lo mau tahu jatuh cinta itu seperti apa, itu tuh rasanya aneh.Setiap detiknya lo bakal ngeliatin terus orang-yang-lo-jatuh-cintai dan berharap dia ngeliat lo balik, lo akan nengok saat nama dia-yang-lo-jatuh-cintai di sebut orang. Lo akan mikirin dia terus sepanjang hari-hari lo. Daan lo bakal macem penculik yang ngincer anak kecil buat lo perkosa ( analogi gue kenapa jadi serem gini)
Yap, hal-hal absurd seperti itulah yang gue rasain selama gue menjadi Mawar's secret admirer *berasa keren*. Mawar ini punya sebuah genk yang berisikan anak-anak gaul yang keren dan tajir,dan gue juga punya genk,tapi kami kumpulan anak yang hina dan ngenes,kasian banget ya gue?*miris*. Gue dulu sering banget nyari tahu tentang dia dari mulai band dan musik yang dia suka,makanan yang biasanya dia pesen di kantin, gue juga tahu dia kalo pulang sekolah itu jalan kaki sampe tempat buat naik angkutan umum sama 2 orang temennya.Gue bahkan hapal bagaimana cara dia senyum yang membuat matanya sipit tapi entah kenapa semua terlihat begitu sempurna dimata gue.Gue punya tulisan riki gambar hati Mawar di buku-buku gue, setiap gue lagi nyoret-nyoret buku atau kertas pasti yang ketulis cuma Mawar gue juga heran kenapa,tapi sepertinya semua pria yang sedang jatuh cinta melakukannya ya?
waktu itu temen gue pernah bilang gini dengan muka yang sangat serius "udah ki kalo gak berani ngomong langsung lo telpon aja" lalu dengan muka kaget gue bilang "ogah ah". Tapi pas malem harinya gue pun nelpon dia,gue emang sangat labil saat itu (sekarang juga si).Lalu gue pun telpon, tapi saat Mawar angkat dan dia bilang "halo,ini siapa?" gue langsung gemeteran dan telponnya pun gue tutup tapi itu bener-bener bikin gue senyum-mesem-mesem semalaman,
Dan saat besok harinya ketemu dengan dia, gue cuma mesem-mesem mengingat kebodohan gue semalem, selain itu, gue pernah minta nomor handphone sama fotonya dia dengan alibi buat temen gue. Dan besoknya gue di panggil sama dia,entah buat apa dan gue gak mau (karena gue takut pas gue samperin dia nanti gue gemeteran terus pingsan), dan dia langsung cemberut dan selesai sekolah gue datengin tempat duduknya dan gue menemukan secarik kertas dengan tulisan "RIKI BEGO" . Saat itulah mata gue terbuka, gue baru sadar betapa bego dan kepengecutan gue ngebikin gue tambah bego. Tapi waktu gak bisa di putar kembali ya?
Lalu hari-hari gue SMP pun gue lewatin dengan penuh penyesalan,dan gue selalu berdoa semoga dia dapet yang terbaik. Lalu gue masuk SMAN 64,dia masuk SMA swasta, dia punya pacar, gue pun juga punya pacar.Sampai pas lagi pensi SMA gue dan gue saat itu masih jadi wakil ketua osis,dan gue liat dia dateng ke pensi sekolah gue, saat gue ngeliat dia,gue kaget dia cantiknya udah pada level yang semena-mena saat dia jalan seakan ada angin yang mengibas-ngibaskan rambutnya, macem sinetron-sinetron-lebay-Indonesia. Tapi apa yang bisa gue lakukan?gue cuma bisa diem dan ngeliat dia bareng sama temennya,dan gue ngeliat dari jarak yang sangat jauh dari jarak yang mudah-mudahan gak terliat sama dia sehingga gue bisa merhatiin dia dengan lebih leluasa.
Kabar terakhir yang gue dapet sekarang dia udah punya pacar dan menjadi seorang model yang sering di foto. Lalu gue sendiri, di sini di Purwokerto cuma bisa denger nama dia,kadang ngeliatin foto dia dan gue cuma bisa berdoa semoga dia bahagia.Karena sebagai secret admirer yang-cintanya-pasti-gak-akan-terbalas gue cuma bisa berbesar hati dan menerima kalau dia sama orang lain.
Oh iya gue baru aja menemukan sebuah puisi yang gue bikin dan sampai saat ini belum gue kasih ke dia:
Andai waktu bisa terulang.
Andai itu aku dan bukan dia yang bikin kamu selalu tersenyum
Andai mesin waktu beneran ada
Andai tempatku bukan disini,bukan di bayang-bayang gelap kepengecutanku
Andai kamu tidak secantik itu dan aku tidak sepenakut ini
Andai aku cukup bernyali untuk katakan padamu "AKU SUKA KAMU"
Andai....
Tapi itu sudah tidak mungkin lagi, ya?
Teruntuk Mawar,Jakarta,kelas 1-3 SMP
Rabu, 07 Desember 2011
Minggu, 04 Desember 2011
Sabtu, 03 Desember 2011
Kamis, 01 Desember 2011
Langganan:
Komentar (Atom)



