Senin, 19 Desember 2011

Sepenggal Senja di Lab itu

singing "Terang saja aku menantinya terang saja aku mendambanya terang saja aku merindunya,karena dia,karena dia BEGITU INDAH"

Kuliah di jurusan yang ber-basic IPA, mewajibkan gue mesti harus ikut praktek yang jumlahnya membabi buta. Dari mulai kimia, fisika dan biologi. Tapi tetep, sebagi cowok sejati gue selalu berharap dari semua praktek biologi, salah satunya adalah praktek reproduksi #eeeeeeh Tapi sayang banget gak ada praktek macem begitu di kampus gue,sedih banget gue..Sepertinya harapan gue sirna saat itu, rasanya itu kaya kita udah berharap buat bisa bereproduksi lebih cepat tapi gagal, miris banget. Dan yang ada hanya gue di suruh mecahin telor, nyampur-nyampurin bahan, bahkan di suruh buat ngiris-ngiris sayuran semacam tukang sayur gue.

Di kampus gue yang merupakan fakultas pertanian punya beberapa laboratorium. Tapi antara gedung kampus gue dengan ruangan-ruangan laboratorium itu, udah berbeda gedung dan agak jauh,harus menanjak gunung lewati lembah sungai mengarung indah ke samudera.Yaaa minimal buat sampe ke gedung laboratorium gue musti naik elang atau naik naga dulu lah.Suatu hari gue pengen ke lab buat praktek biologi. Namun sepertinya cuaca berkata lain.Hujanpun turun dengan begitu derasnya, membasahi Purwokerto dengan sangat membabi buta. Membuat galau para pria jomblo, terlebih pada pria labil yang bimbang kelaminnya cewek atau cowok, pasti mereka galau entar malem bisa kerja di lampu merah atau enggak. Kasiiiaaaan...

Karena hujan turun dengan begitu lebatnya temen-temen gue panik, takut terlambat masuk lab buat praktek.Sebagai cowok yang baik dan perhatian guepun akhirnya memutuskan buat nyeker dan berlari ke mobil gue.Lalu gue ngejemputin dan nganterin temen-temen gue ke gedung lab. Gilee macem supir aja gue, tapi tetep gue adalah supir yang paling ganteng dari supir-supir lain.muehehe.

Sampai di lab. Guepun telat,gue juga bingung kenapa gue yang nyupirin jadi guenya yang telat. Dan kuis pun di mulai. Awalnya si gue biasa aja pas kuis, ampe tiba-tiba mata gue terbelalak melihat asisten praktikun gue yang ngebuat gue "glek" ,dan temen-temen gue juga pada "glek" dan tiba-tiba satu ruangan di penuhi oleh paduan suara "glek" "glek" "glek" , nama asisten praktikum itu adalah Elvi Indira, mbak Elvi ini ngebuat soal kuis praktikum menjadi 10 kali lebih susah, karena di satu sisi soalnya membutuhkan jawaban yang tepat di sisi lain mata gue dan temen-temen gue gak bisa terlepas dari wajahnya yang ngebuat gak fokus.

Dan untungnya gue masih bisa buat ngerjain soal kuis gue (sedikit). Saat mentoring prosedur kerja malah lebih apes, yang ngementorin adalah mbak Elvi yang bikin gue tambah gak fokus,gue gak tahu mana yang mesti di iris,mana yang mesti di potong,mana yang mesti di makan *ngemil tabung reaksi*. Setelah gue tanya sana-sini dan di bego-begoin kesana kemari gue pun mulai praktek, di saat praktek ini malah lebih kampret lagi, gue di suruh buat ngiris wortel setipis mungkin, tapi gimana caranya gue bisa ngiris kalo yang gue liat bukan wortel tapi mbak Elvi terus? Entar salah-salah yang ke iris bukan wortel tapi jari gue lagi yang ke iris,sial banget. Setelah gue bermandi peluh,dan jari-jari udah abis karena keiris pisau,acc-an gue pun akhirnya selesai *benerin kerah baju* *lempar poni* *tumpengan*


Setelah Temen gue dengan tengilnya ngumpulin data acc-annya cepet-cepet banget,dan ternyata banyak yang salah.Lalu gue pun mulai angkat bicara dengan muka tengil "Makanya kalo ngerjain tuh yang fokus,jangan ngeliatin mbak-mbak nya terus", Lalu temen gue dengan muka merah padam macam pantat monyet bilang "endasmu". Lalu pecah tawa keras dari gue..

Lalu giliran gue yang ngumpulin tugas.Gue sengajain punya gue gak gue tulis nama latinnya biar di salah-salahin biar bisa sedikit ngomong sama dia.Lalu mbak elvi dengan mesem-mesem bilang "ini mana nama latinnya?", Lalu gue dengan tampang polos dan pura-pura gak tahu ngeliat kertas tugas gue kemudian bilang "oh iya ya mbak". Terus temen gue dengan muka kampretnya bilang "makanya ki fokus", Lalu gue dengan muka ganteng dan cool, sembari ngambil kertas dari tangan mbak Elvi bilang "gue fokus kok, fokus merhatiin mbak Elvi". Lalu paduan suara "ciieeee" pun menggema di seantero ruangan. Dan beberapa temen gue mengambil air raksa terdekat dan menyiramkannya ke badan gue, pedih banget...

Aku rusak mama, Aku rusak.

Lalu sampai akhir praktikum gue pun terus-terusan menggombali mbak asisten praktikum gue, tapi dia cuma mesem-mesem kampret doang enggak nyoba tahu nama gue,kasiaan banget gue. Tampaknya mbak-mbak pembuat "glek" di kelas gue ini enggak mau tahu siapa pria tampan yang terus-terusan menggombalinya dengan brutal muehehe. Atau mungkin juga dia malu,padahal sebenernya dia mau minta kenalan sama gue si tampan kece ini.

Gue selalu percaya kata orang "cinta bisa dateng kapan aja dan pada siapa aja" .Cinta emang sering berlaku seperti itu kepada gue. Atau mungkin juga kali ini, tingkat terlalu-mudah-jatuh-cinta gue udah membabi buta, masa gue bisa suka sama mbak-mbak yang lebih tua?gila aja,macam brondong gue. Tapi bukan brondong jagung (popcorn), karena gue enggak segaring itu. Atau mungkin juga gue salah,mungkin gue terlalu garing ya bagi para cewek? sehingga mereka mudah bosan saat sama gue dan lebih memilih buat selalu mengabaikan dan melewatkan gue..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar