"HORMAAAAT GERAK"
"hahhahaha", terdengar suara ketawa kampret dari satu sekolahan.
Damn, gue juga gak ngerti kenapa gue bisa sesial itu, kenapa gue bisa jadi ketua kelas di kelas satu gue. Yang kalo gue pikir-pikir lagi, ketua kelas itu gak ada keren-kerennya sama sekali. Apa bagusnya coba teriak-teriak saat sedang upacara, terlebih lagi, suara gue saat itu serek-serek banjir kaya Dewi Persik. Dan sepertinya kalo aja gue ikut kontes dangdut, gue bisa aja menang dengan suara serek-serek-banjir gue, asem.
Gue kadang heran, siapa si penemu sistem ketua kelas? itu tuh sangat meyiksa. karena menurut gue ketua kelas itu cuma bulan-bulanan dari guru-guru padahal yang salah bukan dia, semacam tumbal lah. Dan kampretnya, gue ngerasain menjadi tumbal tersebut. Kampret.
Sebulan jadi ketua kelas, hidup gue masih aman. Dua Bulan jadi ketua kelas. Gue mulai kena batunya. Saat lagi pelajaran Seni Tari, makanya jangan heran kalo gue kadang beraksi macem bencong. Itu semua salah SMA N 64, yang ngajarin seni tari. Satu waktu, pas banget gurunya gak masuk, dan dengan tengilnya temen-temen gue pada keluar satu-satu,ada yang bilang pengen ke kamar mandi lah, ke UKS lah. Dan waktu gue nengok, ke arah meja-meja di kelas gue "ANJIR BANYAK BANGET YANG KELUAR KELAS", yaudah sebagai, anak yang baik. Guepun ikut keluar, dan makan di kantin.
5 menit, gue di kantin masih aman. 10 menit masih aman. Ampe sekitar 15 menitan. Tiba-tiba ada temen gue yang ke kantin "woy, di suruh naik sama kepala sekolah". Dan gue yang saat itu ngedenger bilang "ANJIR, KEPALA SEKOLAH ADA DI KELAS???", saat itu rasanya bumi gonjang-ganjing, Badai katrina sampe ke jakarta, Gunung Putri meletus, loh kok gunungnya si Putri bisa meletus? entahlah..
Gue naik ke kelas, baju gue keluar-keluar. Dan ada kepala sekolah di depan pintu kelas gue dan nanya "mana kentua kelasnya?". "sa sa saya bu", kata gue dengan terbata-bata". Lalu dia berjalan ke arah gue, gue langsung deg-degan, hampir aja gue ngompol. Tangannya menggapai gue, gue keringetan dingin, tapi lo tahu apa? dia malah masukin baju gue yang keluar-keluar semacam anak SD aja gue kala itu, untung aja dia gak bilang gini "sini nak ibu masukin bajunya, duuh anak manis" *hhoeeek*
Lalu dia bilang, "kamu darimana?"
"Dari kamar mandi bu", tentu aja gue boong
"kenapa temen-temen kamu pada keluar"
"saya gak tahu bu, mungkin pas saya ke kamar mandi, mereka keluar" lagi lagi gue boong.
"gurunya mana?udah minta tugas sama guru piket?"
*glek* ANJIR MAMPUS GUE LUPA, hampir aja gue bersimbah sama kepala sekolah gue itu dan bilang "bu ampuni saya bu ampuni saya",tapi gak gue lakukan, dan gue malah boong lagi dan gue bilang dengan terbata-bata "u u udah bu, di suruh ngerjain LKS"
"yaudah sana ngerjain", kata dia.
Dan saat dia keluar kelas, gue langsung lari ngibrit kaya banci di kejar trantib ke arah guru piket di lantai satu dan minta tugas.muehehe
ahahhaha,,kadang boong itu ada gunanya kok, tapi jangan di tiru ya. Karena gue dapet pejaran dari situ, setelah melakukan sekali kebohongan, lo akan bohong lagi dan lagi. Sampai akhirnya lo jadi seorang PEMBOHONG.
oke, segini dulu, nanti gue sambung lagi ceritanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar